Komunike International Conspiracy for Revenge (ICR) 0.01

4 April 2011

Serangan ini adalah balas dendam untuk semua yang dilakukan oleh NEGARA dan KAPITAL di BIMA, TAKALAR & PANDANG RAYA (Makassar), KULON PROGO (Jogja), PERSIL IV (Medan), BUYAT, PAPUA dan banyak tempat yang lain.

Kami telah muak dan bosan dengan berbagai cara standar yang membuat suara kami tidak terdengar. Sekarang, dengan menyerang balik kami memastikan bahwa suara kami terdengar, bahkan jauh lebih keras.

Dan hal ini belum berakhir.

Kami akan membakar dan menghancurkan lebih banyak properti mereka yang menghancurkan hidup dan semua keindahannya.

Kami akan bertindak lebih jauh dan dengan lebih kuat untuk membalas semua tindakan mereka yang mencuri dan memenjarakan kesenangan hidup dan hasrat-hasratnya.

Sudah cukup dimengerti bahwa adalah tidak cukup dengan tetap diam membiarkan semua dimediasi oleh spesialis-spesialis. Hal itu sama persis dengan para aktifis mahasiswa dan partai-partai politik yang terus menipu kita dengan janji kosong mereka.

Tidak ada lagi alasan untuk tetap pasif dan tidak menyerang balik. Ini adalah PERANG.

Perang yang kami tujukan kepada semua kekuatan represif: semua birokrat, polisi dan institusi militer, pengadilan, jaksa dan pengacara dan media massa.

Perang kepada semua yang tidak mau mengangkat senjata dan merebut kembali hidup mereka. Karena besok akan terlalu terlambat. Sekarang atau tidak sama sekali.

INTERNATIONAL CONSPIRACY FOR REVENGE

PS: Komunike ini adalah pertanggungjawaban atas aksi serangan pembakaran terhadap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di Tanjung Batu, Manado.

Negara, Institusi Militer dan Polisi serta Pemodal Adalah Teroris Sebenarnya

25 Maret 2011

PT Indomining (Bima) telah melakukan represi brutal terhadap masyarakat lokal, Jogja Mangasa Internasional ingin mengenyahkan 30 ribu petani Kulon Progo. Petani Takalar terancam dirampas lahannya. Dan semua ini dilakukan secara brutal, termasuk penembakan, teror, pelecehan seksual serta berbagai penindasan yang tak pernah kita dengar dari media massa.

Tak heran bahwa perusahaan-pemodal-birokrat ini tak peduli apapun selain hanya menebalkan kantong mereka !

Penyerangan kami terhadap ATM (bank) merupakan target penting dikarenakan bank senantiasa terlibat dalam pendanaan ekstraksi sumber daya alam serta penindasan masyarakatnya atas nama kapital!. Kami tidak berniat untuk melukai siapapun, perusakkan terhadap benda bukanlah kekerasan! Tiada ampun bagi penindas! Tiada ampun bagi negara dan Kapitalisme!

GOT IS TOT INSURRECTIONARY FRONT

PS: Komunike ini terkait serangan pembakaran terhadap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di depan Universitas Indonesia Timur (UIT), Rapocini Makassar.