Conspiracy of Cells of Fire: Seruan Solidaritas Internasional

Introduksi

Pada akhir tahun 2010, Organisasi Revolusioner – Conspiracy of Cells of Fire mempublikasikan sebuah seruan internasional kepada setiap grup gerilya kota otonom, para insureksionis serta semua orang yang ingin merebut kembali hidup mereka. Seruan ini juga adalah sebagai prakondisi untuk merespon persidangan pada tanggal 17 Januari 2011 terhadap para kamerad dari Conspiracy of Cells of Fire (CCF) yang sedang mendekam di penjara atas semua aktifitas revolusioner yang telah mereka lakukan.

CCF bukanlah satu-satunya grup revolusioner yang sedang diserang oleh hukum dan lembaga peradilan yang (sangat jelas dan tidak diragukan lagi) merupakan kaki tangan Negara dan Kapitalisme. Masih ada beberapa grup lain seperti Revolutionary Struggle di Yunani yang beberapa anggotanya juga tertangkap oleh polisi. Selain itu, masih ada ratusan anarkis lain yang dipenjara di berbagai tempat di belahan dunia karena pilihan berani mereka menentang opresi. Di Jogjakarta, seorang kawan kita Tukijo juga diculik oleh polisi dan masih mendekam dalam penjara.

Seruan ini secara mendasar memiliki karakter yang berbeda dengan yang diperkirakan oleh tipikal masyarakat kita dalam menilai. CCF dalam seruannya tidaklah ingin memusatkan kekuatan di bawah satu kepemimpinan seperti dongeng kepeloporan dari orang-orang Kiri yang hingga kini tidak juga berhenti berdusta. Front internasional yang dimaksud juga bukan sebuah organisasi dengan kerangka struktural yang mengikat. Tapi tidak lebih dari sebuah bentuk asosiasi bebas dari setiap tendensi anarkis untuk menyalakan api dan terus menyerang.

Seruan solidaritas ini adalah sebuah inisiatif otonom untuk mengajak semua kekuatan revolusioner untuk semakin meningkatkan eskalasi serangan. Tidak hanya sebagai upaya perebutan hidup dan menunjukkan kemuakan kita atas relasi hidup yang koersif hari ini. Lebih daripada itu, serangan demi serangan yang dilakukan adalah sebagai cara kita memperlihatkan solidaritas dan kehangatan cinta dari lubuk hati.

Oleh karena itu, meski sekali lagi terlambat maka kami merasa bahwa menyebarluaskan informasi dan seruan ini sama sekali tidaklah memalukan.

* * *

Front Revolusioner Internasional
Seruan Solidaritas Kepada Semua Gerilyawan Organisasi Revolusioner Conspiracy of Cells of Fire, Para Revolusioner dan Semua Individu Yang Ditangkap Untuk Kasus Yang Sama (Yang Akan Diadili Pada 17 Januari 2011)

Alasan lain atas aksi-aksi kami, melalui pengiriman parsel-parsel secara masal kepada kedutaan-kedutaan dan para pemimpin Eropa, adalah agar kami dapat melakukan sebuah seruan internasional.

Kami menyebarkan seruan ini ke seluruh penjuru dunia, dari Eropa hingga Amerika Latin, untuk menguatkan perang revolusioner. Kami mengorganisir diri secara internasional dan ini ditujukan kepada musuh-musuh kami. Kami tidak dapat berdiam diri melihat elemen-elemen subversif membanjiri jalan-jalan dan grup-grup gerilya diserang lagi dan lagi. Semua cara telah terbuka dan mencapai meja tanpa perasaan tabu atau terjebak pada fetisisasi. Sebagai contoh, kami menyerang kantor-kantor polisi, merampok bank-bank lalu membakarnya, bom-bom meledak di bangunan-bangunan pemerintah, senjata-senjata mengeksekusi para politisi, jurnalis, politisi, hakim dan jaksa, atau secara sederhana dapat kami katakan bahwa sasarannya adalah semua mereka yang melindungi dunia ini.

Langkah ini, setahap demi setahap, musuh internal domestik menjadi lebih berbahaya bagi mereka. Juga solidaritas, sebagai salah satu kekuatan dan senjata otentik dari semua kekuatan revolusioner, mengakuisisi kekuatan dan tangisan yang terkoordinasi. Mengenai penangkapan massal yang terjadi saat demonstrasi di Belgia, kami membalas dengan meledakkan bom di Yunani dan saat sebuah kelompok revolusioner di Chili dipenjara, Argentina seharusnya memenuhi puing-puing dari para penyerang kamerad kita. Bagi kami kematian para gerilyawan dan para tahanan bukanlah sebuah gencatan senjata, justru sebaliknya hal tersebut menjadi kekuatan-kekuatan yang memotivasi untuk kekesalan proses revolusioner.

Pada tanggal 17 Januari 2011 di Athena, akan ada pengadilan terhadap organisasi revolusioner kami. Mengenai hal ini beberapa anggota kami mencoba untuk bangga, beberapa revolusioner dan anarkis karena hubungan personal akibat penangkapan tersebut. Kami menyadari bahwa adalah tidak ada gunanya berbicara di pengadilan, semenjak kami mendefinisikan diri berada di luar batas-batas otoritas juridiksi. Apa yang menjadi substansi adalah solidaritas agresif kepada para kamerad yang tertangkap dan berada di penjara karena kasus yang sama. Bagi kami, mengesampingkan bahwa telah dirilis pemberitahuan untuk memburu kami satu persatu oleh polisi, juga bahwa dua orang kamerad kami yang baru saja tertangkap, tetap tidak akan menghentikan keberlanjutan dan tentu saja evolusi dari aksi-aksi kami.

Mengenai pilihan kami untuk mempromosikan perang hingga akhir, kami MENYERUKAN di Yunani, Eropa, Chili, Argentina, Meksiko dan ke seluruh dunia menjangkau semua kamerad berbagai bentuk gerilya untuk mengirimkan tanda serangan mereka kepada para hakim dan kepada otoritas Yunani, sekaligus sebagai salam solidaritas kepada semua tahanan perang gerilya kota baru. Biarlah pengadilan ini menjadi alasan lain untuk melanjutkan aksi-aksi dalam Perang Revolusioner.

CONSPIRACY OF CELLS OF FIRE

[Teks ini merupakan terjemahan bebas yang dikerjakan oleh Reuben Augusto dari surat seruan internasional yang di publikasikan oleh CCF menjelang 17 Januari 2011. Teks asli dapat ditemukan di sini]

Pernyaatan Dari Organisasi Revolusioner: Federasi Informal Anarkis – Seksi Indonesia

[Catatan Penerjemah: Tulisan ini terjemahan bebas dari situs berita insureksi: 325 menyusul peristiwa pemboman ATM BNI Bandung beberapa waktu lalu. Pernyataan ini diterima oleh 325 dan dipublikasikan di situs mereka.]

Salah satu sel dari International Conspiracy for Revenge (ICR), beberapa hari yang lalu mengeluarkan pernyataan untuk klaim pertanggungjawaban atas selebaran yang ditemukan di sekitar ATM BNI Bandung yang dihancurkan. Selebaran tersebut memiliki isi yang hampir sama dengan yang ditemukan di Makassar dan Manado.

Berikut petikan dari komunike yang mereka tinggalkan.

“PT Indomining (Bima) telah melakukan represi brutal kepada penduduk lokal, Jogja Magasa International ingin mengusir 30.000 petani di Kulon Progo. Petani-petani di Takalar sedang menghadapi ancaman perampasan tanah. Semua tindakan tersebut dilakukan dengan jalan brutal, termasuk penembakan-penembakan, teror, kekerasan seksual yang jelas merupakan bagian dari berbagai bentuk represi yang tidak pernah kita dengar melalui media massa mainstream.

Hal ini sangat tidak mengejutkan karena perusahaan kapitalis-birokratik tidak akan pernah peduli apapun selain membuat kantong mereka semakin tebal.

Serangan kami terhadap berbagai ATM (bank) merupakan target yang sangat penting, karena bank-bank selalu terlibat di dalam pendanaan berbagai pertambangan dan represi terhadap orang-orang atas nama Kapital! Kami tidak bermaksud menyakiti siapapun, karena penghancuran properti bukanlah kekerasan. Tidak ada ampun untuk semua kekuatan represif! Tidak ada ampun untuk Negara dan Kapital.

Semoga perang sosial terus membesar dan tidak lupa kami menyebutkan para kamerad di Yunani, Italy, dan di semua tempat lain yang tidak bisa disebutkan tapi kalian tahu bahwa hati kami selalu bersama kalian.

Got Is Tot : Asosiasi Bebas Para Individualis – Komunis

Salut dan hormat untuk: Organisasi Revolusioner – Conspiracy of Cells of Fire, The Revolutionary Struggle, para insureksionis di Chile, Giannis Dimitrakis dan Polykarpos Georgiades, hati kami selalu bersama kalian.

Panjang umur pembebasan dan tetaplah bebas. Dan dengan pernyataan ini kami menyatakan bergabung dengan Organisasi Revolusioner – Federasi Informal Anarkis, Seksi Indonesia.”

Surat Kostas Sakkas Dari Balik Penjara

Kostas Sakkas dan Alexandros Mitrousias dipenjara pada tanggal 7 Desember 2010, karena diduga menjadi bagian dari “organisasi teroris”. Mitrousias dikirim ke penjara Patras dan Sakkas dikirim ke penjara Navplio. Empat orang lainnya tetap terindikasi dan dalam penyelidikan. Senjata api ditemukan dan terbukti dimiliki oleh dua rekan yang tidak terbukti pernah digunakan dalam aksi-aksi “teroris” sesuai dengan semua laporan balistik dan forensik.

3 Januari 2011
Karena krisis ekonomi global, yang merupakan konsekuensi dari kebangkrutan model kapitalis dan kebijakan ekonomi neo-liberal di negara-negara barat dan pemerintahan-pemerintahan pada khususnya, serangan terbesar dan paling masif kepada populasi dunia secara umum, dan terutama pada masyarakat yang memiliki link-link “terlemah” di zona Euro dari ekonomi baru dunia ketiga, yang dilepaskan oleh (dan tidak hanya) Kapital besar internasional.

Perubahan struktural dan langkah-langkah penghematan yang dibebankan sebagai mekanisme dukungan kepada ekonomi-ekonomi “sakit”, sehingga mereka dapat mencapai “pembersihan” mereka, sebagai target dan hasil dari perubahan tata kelola ekonomi dunia, dengan persyaratan yang lebih menguntungkan untuk para bos.

Untuk para bos yang berada di luar juga yang ada di dalam batas-batas negara. Untuk para bos yang menyimbolkan Kapital besar dan kecil. Seperti dalam kasus Yunani, perekonomian negara yang termasuk dalam mekanisme dukungan dan menerapkan langkah-langkah penghematan, terbukti sebagai hasil penyusutan tenaga kerja dan potensi tenaga kerja tersebut.

Dan hal ini terjadi dalam usaha besar juga usaha kecil. Pada mereka dengan kepentingan asing, tapi juga pada mereka dengan kepentingan lokal.

Privatisasi dan terjual habisnya nasib masyarakat dan perusahaan publik yang bermanfaat, yang tidak pernah benar-benar merupakan milik orang-orang Yunani dan yang juga uangnya tidak pernah benar-benar dimanfaatkan untuk mereka, sama sekali tidaklah disengaja. Hal ini bukanlah tergantung pada hasil penjualan mereka, juga bukan ditentukan menurut terminologi memorandum, atau melalui reduksi defisit ekonomi dan harga persentase dari PDB (Produk Domestik Bruto), karena dalam beberapa cara telah dianggap wajar, namun apakah semua itu bisa membayar lunas semua hutang pinjaman Yunani yang telah diterima, seperti sekarang dimana negara Yunani yang tenggelam terus menerus lebih dan semakin tenggelam ke dalam mekanisme dari rentenir internasional (IMF, Bank Sentral Eropa).

Sebaliknya kecanggungan posisi ekonomi dari negara yang mana telah diserahkan kepada, Kapital privat tidak terlalu canggung, tetapi peluang investasi begitu besar, sehingga sulit bagi seseorang untuk percaya bahwa penanganan pemerintah menentang mekanisme ‘dukungan’ dan penerimaan tanpa syarat dari memorandum, adalah disengaja. Sebaliknya telah jelas bahwa keuntungan para bos domestik dengan situasi ekonomi yang sama dengan para bos internasional dan kepentingan mereka – setidaknya secara ekonomi – adalah sama.

Mayoritas masyarakat, mungkin tidak merasa krisis ekonomi dalam terminologi pasar dunia, peran bursa saham, penipuan dan hubungan Euro dan Dolar, namun jelas merasakan “krisis” dari hutang Yunani, yang menjadi krisis dari pinjaman, yang diterjemahkan ke dalam memorandum, sehingga berarti berbagai pemotongan upah, pensiun, dan benefit.

Serangan terhadap hak-hak buruh dan kesejahteraan, reduksi terhadap belanja publik dan manfaat, peningkatan pajak, pengangguran dan standar hidup umum, berhubungan dengan kemiskinan eksistensial, dengan segera menjadi jelas dan berderap sangat cepat.

Namun konvulsi anti-memorandum dari media sangat penting untuk memelihara “perdamaian” sosial dalam kedaulatan sistem, kurang lebih seperti anestesi dalam operasi kritis, yang tidak bisa membersihkan kerusakan operasi dari Negara sebelum memorandum dan integrasi negara untuk mekanisme monitoring (obligasi terstruktur, dana asuransi kosong, “lubang hitam”, skandal ekonomi, pay-off dll) dan terutama tidak dapat membuat masyarakat Yunani bebas, sedangkan bagian terbesar, berada di bawah penyanderaan rezim, tidak semenjak kedatangan Troika[1], tapi semenjak dahulu, sejak negara Yunani ada dan sejak para bos nasional pertama-tama hadir.

Langkah-langkah penghematan ini dan perintah memorandum yang dipaksakan, membatalkan dalam prakteknya konstitusi itu sendiri. Ini adalah hasil penghapusan dari setiap keyakinan palsu dari karakter sosial Negara, suatu hal yang pasti menciptakan prospek dari revolusi sosial refleksi massa.

Secara spontan, reflektif, tanpa karakteristik ideologis-politik seperti dalam mayoritas, namun hanya sebuah pemberontakan. Bagi mereka yang berjuang untuk serangan dan kehancuran Negara dan strukturnya, adalah sebuah tantangan. Satu lagi front untuk mengganggu ketertiban operasinya. Abstainitas yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemilihan walikota terakhir, dengan mempertimbangkan jajak pendapat yang didominasi keraguan dan memilih untuk “tidak siapapun”, mobilisasi dan serangan massa dengan karakteristik kekerasan dan agresif, hukuman mati tanpa pengadilan terhadap orang-orang dari berbagai latar belakang politik dari setiap mekanisme partai di jalan, hanyalah sebuah contoh dari kondisi dari apa yang mesti diikuti.

Bagi mereka yang mengambil praktek sebagai ragam sisi perjuangan untuk revolusi dan penciptaan prospek untuk itu. Bagi mereka yang melawan kedaulatan Negara dan para bos, tetapi juga menyerahkan bahwa ini adalah isyarat untuk eksistensi hal tersebut. Bagi mereka yang terus melawan, melampaui periodisasi, musim dan situasi ekonomi, melawan semua kekuasaan dan representasi mereka, apa pun ekpresi sisi bidang sosialnya dan reproduksinya, baik dari sisi yang kuat, atau dari sisi lemah yang disepakati, setiap krisis tidak berarti apa-apa selain alasan lain, kesempatan lain untuk perjuangan, terhadap Modal, besar dan kecil, terhadap kekuatan Euro tetapi juga Drachma (mata uang Yunani sebelumnya) yang tidak diperhitungkan, terhadap bos asing juga bos domestik, para sandera situasi dari bagian luar mekanisme, tetapi juga mekanisme internal eksploitasi.

PERANG MELAWAN NEGARA DAN KAPITAL UNTUK REVOLUSI, KEBEBASAN DAN OTONOMI SOSIAL

Sejak 10 Desember 2010, saya adalah sandera berikut dari rezim demokratis dan saya dipenjarakan di salah satu sel di lembaga pemasyarakatan, termarginalisasi, terisolasi dan dendam terhadap Negara. Dimana makanan tidak selalu cukup, tapi heroin yang berlebihan. Dimana zat psikotropika lebih dari apa yang ada dalam gudang rumah sakit. Dimana kalimat disiplin tersedia setiap hari dan kehangatan adalah kemewahan. Dimana kehadiran tikus, hama dan kecoak berlangsung terus menerus, bertentangan dengan kebersihan. Dimana sel yang dalam spesifikasi mereka adalah untuk 2 individu, terdapat 4 tempat tidur dan mereka membuat 6-7 orang tidur di situ, dimana aturan lembaga pemasyarakatan dan hak-hak para tahanan, terus-menerus dan terang-terangan dirusak, tapi sistem keselamatan dan pemantauan canggih, bekerja dengan sempurna dan pintu sel selalu tertutup tepat waktu.

Menteri keadilan, penuntut umum dan para pelayan yuridis harus tahu, bahwa di mana orang-orang seperti mereka membuang limbah masyarakat, ada martabat dan solidaritas dan hal ini tidak dapat dinilai atau dipenjara.

PERJUANGAN TERUS BERLANJUT

Kostas Sakkas

Surat Michalis Nikolopoulos Dari Balik Penjara

Pada hari Rabu 26 Januari 2011, pada saat aku sedang berada di jalan Iliou di Nea Kifissia di Athena, aku diburu dan ditangkap oleh babi-babi berseragam dari DIAS Squad.

Secara jelas aku deklarasikan dengan BANGGA bahwa aku adalah anggota dari Organisasi Revolusioner Conspiracy of Cells of Fire, sesuatu yang pasti membanggakan dan tanpa menyesal kulanjutkan dengan kepala yang menengadah ke atas. Setelah penangkapanku dan sebagai tahanan dari perang revolusioner dan sebagai tahanan politik, aku berpindah dari Sektor Ilegal ke Sel Anggota Yang Dipenjara dari Organisasi Revolusioner Conspiracy of Cells of Fire. Ide politik, nilai, pandangan dan pemikiran yang telah, sedang dan akan diekspresikan akan terus diwujudkan melalui setiap kata yang telah diproduksi oleh Organisasi Revolusioner Conspiracy of Cells of Fire. Saya adalah seorang anarkis dan pandanganku adalah dalam tendensi nihilisme dan anti-sosialisme, semenjak dalam tingkat umum seluruh arus otoritarian saat diciptakan, dikembangkan, dan mendukung perilaku nafsu wewenang dan produksi pasifitas mayoritas masyarakat saat ini dan struktur-strukturnya.

Selanjutnya, sesuatu yang tentu saja jelas, meskipun saat ini aku sedang berada di belakang jeruji, aku akan melanjutkan perjuangan dan aku akan selalu mendukung organisasi kami. Juga organisasi lain yang terlibat dalam perang gerilya kota domestik akan mendapatkan dukungan tanpa syarat dariku, juga kepada Front Revolusioner Internasional – Federasi Anarkis Informal. Secara bersamaan kukirimkan dukungan, keyakinan dan persahabatan kepada para saudara-saudaraku dari Sektor Ilegal dari Organisasi Revolusioner Conspiracy of Cells of Fire, dan aku ingin mengatakan sesuatu kepada mereka, “Persaudaraan kita semakin lebih kuat dalam setiap perjuangan dan pertempuran yang penuh amarah … SEMUANYA TERUS BERLANJUT!!!”

Aku tidak menyesal untuk penangkapanku,
Aku tidak menyesal untuk klandestinitas,
Aku tidak menyesal bahwa kini aku dipenjara,
Aku tidak menyesal untuk Perjuangan yang kami lakukan…

SATU-SATUNYA PENYESALAN DARI PERJUANGAN INI ADALAH KETIKA IA TIDAK PERNAH TERJADI
PANJANG UMUR CONSPIRACY OF CELLS OF FIRE
PANJANG UMUR PERJUANGAN BERSENJATA UNTUK REVOLUSI
PANJANG UMUR ANARKI

N.B. Pernyataan ini secara partikular sederhanan dan hanyalah merupakan klaim pertanggungjawaban dan tidak termasuk pengalamanku selama penangkapan dan penyekapan di markas besar satuan anti teroris. Tidak termasuk keseluruhan kepercayaan politik yang lebih mendetail dariku, juga pandanganku tentang penjara, klandestinitas dan penolakan untuk menghadiri pengadilan pada 17 Januari 2011, yang mana saat itu aku masih dalam pelarian. Semua hal tersebut akan segera dipublikasikan dalam teks di waktu mendatang.

 

Dari lubang penjara lubang neraka di Trikala
Michalis Nikolopoulos

Komunike Sel Anggota Dalam Penjara: Conspiracy of Cells of Fire

Pada tanggal 14 Maret 2011, lima orang kamerad dari Conspiracy of Cells of Fire: O. Ekonomidou, G. Polidoras, G. Nikolopoulos, D. Bolano and Ch. Tsakalos tertangkap, dan ini adalah komunike mereka.

Mereka berpikir bahwa ini sudah selesai …

Tapi sekarang semuanya dimulai kembali …

Kami menulis ini saat sedang terkunci dalam sel kami, puluhan kilometer jauhnya dari satu sama lain, tersandera di mana kami diasingkan oleh dendam dari otoritas yuridis tersebar di penjara Yunani, Corfu, Komotini, Grevena, Domokos, Thebes …

Kami menulis dan kami yakin bahwa suara kami, tidak peduli bagaimanapun mereka mencoba untuk mengubur dalam kegelapan sel dari demokrasi, tetap memiliki kekuatan untuk tetap berteriak. Berteriak untuk kebebasan, untuk inversi, untuk revolusi. Berteriak untuk jalan hidup lain di mana kita semua akan menjadi “raja” tanpa budak.

Untuk dunia tanpa otoritas, polisi dan penjara.

Kami masih haus untuk berbicara tentang perjuangan kami, tentang hak-hak kami dan kesalahan-kesalahan, tentang perjalanan unik ke laut pemberontakan di mana kami mengembara melalui Conspiracy of Cells of Fire. Karena kami, Olga Ekonomidou, Giorgos Polidoras, Damianos Bolano, Giorgos Nikolopoulos, Christos Tsakalos, adalah bagian dari Conspiracy of Cells of Fire dan Conspiracy adalah cara kami untuk revolusi.

Sel Anggota Dalam Penjara
Conspiracy of Cells of Fire

Siapa Yang Teroris?

Kondisi hidup setiap hari lebih tak tertahankan, yang dipaksakan untuk kita agar menyandarkan diri pada ketakutan. Ketakutan tidak memiliki pekerjaan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan pada akhir bulan. Ketakutan terhadap polisi, ketakutan terhadap penjara. Karena pada dasarnya, pentungan dan kepasrahan adalah jaminan hubungan sosial.

Dalam dunia terbalik, terorisme tidak memaksa miliaran manusia untuk bertahan hidup dalam kondisi yang tidak dapat diterima; tidak meracuni bumi. Tidak melanjutkan penelitian ilmiah dan teknologi secara lebih maju untuk menaklukan kehidupan manusia, menembus tubuh kita dan memodifikasi alam dengan cara yang ireversibel. Tidak memenjarakan dan mendeportasi manusia karena mereka tidak memiliki sedikit potongan kertas yang memadai. Tidak membunuh dan memutilasi pekerja di tempat kerja untuk membuat para bos menjadi lebih kaya. Semua yang disebut ekonomi, peradaban, demokrasi, kemajuan, ketertiban umum.

Politik pada kenyataanya adalah seni menyamarkan fakta-fakta dengan kata-kata yang berubah-ubah. Ruang lingkup mereka tentang “perang melawan teror” hanyalah sebuah senjata propaganda untuk melegitimasi semua agresi militer eksterior dan semua represi interior. Dalam efek cermin, negara menginginkan kita semua untuk menjadi patuh agar menjadi refleksi dari apa yang keluar dari mulut otoriter mereka yang kotor.

Persahabatan, afinitas dan berbagi ide kebebasan yang sama, bagi mereka (negara dan pasar) menjadi “asosiasi penjahat dalam kaitannya dengan sebuah perusahaan teroris”. Jaringan dan simpul dalam perjuangan menjadi sebuah “kecenderungan otonomi anarki”. Sebuah bom asap menjadi sebuah bom.

Namun, untuk mengorganisir diri belum tentu membutuhkan sebuah organisasi, seperti penyerangan bukanlah penyanderaan. Serangan terhadap sebuah bank, penjara, kantor Badan Kerja Nasional, kantor pemilihan, pusat penahanan, atau suatu tindakan sabotase terhadap sirkulasi kereta api atau mesin di pabrik-pabrik, bukanlah “terorisme”. Sebuah jurang memisahkan mereka yang insurgen untuk kebebasan dan mereka yang menyerang secara acak untuk mempertahankan, mengkonsolidasikan atau merebut kekuasaan, yakni Amerika dan pesaing mereka, para bos, tentara bayaran mereka dan laboratorium kematian mereka.

Dalam perang sosial yang terbentang di tempat kerja seperti di jalan, di malam hari dan di siang hari, musuh adalah setiap individu yang menempatkan hambatan di jalan yang dilalui oleh gerakan kapital.

Semogga masing-masing kita, dengan satu pemikiran yang paling memadai, menentang terorisme negara dan demokrasi totaliternya. Karena kami tidak akan menjalani deklarasi perang ini dengan kepala yang menunduk ke bawah!!!.

France Insurrectionist,
France 2008.

Sumber

Kami Ingin Melihat Bintang-Bintang Bersinar

Sebuah jaringan untuk merebut dan melumpuhkan kehidupan, untuk membunuh atau memperbudak. Jaringan listrik terpusat tidak pula berbeda dengan: ketergantungan terhadap ‘kemajuan’ dan ‘kebebasan’ yang dipaksakan pada kita adalah sebuah bentuk perbudakan terselubung, produksi dan konsumsi energi hanya membawa penyakit dan kematian.

“Kebutuhan” energi listrik adalah bukan tidak mungkin, kebutuhan yang diinduksikan oleh sistem? Apa manfaat terbaik yang dapat kita nikmati berkat energi listrik dan seluruh jaringannya?

Alarm yang memperpendek jam tidur dan memotong mimpi kita, mengumumkan kalimat tentang hari yang lain dari sebuah kerja paksa?

Radio yang mengindoktrinasikan bawah sadar kita sementara kita melakukan sarapan dengan cepat, diguncang oleh pikiran untuk tiba sebelum jadwal kerja, yang membuat gusar – berdasarkan kasus – untuk pemilik lahan atau profesor?

Kereta bawah tanah, angkutan umum, bus listrik “ekologi” atau kereta-kereta yang mengangkut dan mengantarkan kita menuju tempat operasi dan penjara yang bagi kita seperti lantai berputar di sebuah rumah pembantaian yang sangat besar?

Lampu lalu lintas yang mengatur dan membatasi pergerakan kita, baik dalam mobil atau ketika berjalan kaki?

Kamera video yang seperti pasukan gargoyle (monster bersayap), mengawasi setiap gerakan kita dan mencoba menimbulkan rasa takut dalam diri kita saat melakukan sesuatu, untuk mempertahankan status quo?

Jaringan listrik telah disucikan dalam bagian dari abad pertengahan Kristen-sentris, menuju antroposentris renaisans, sampai saat ini dehumanisasi total dan penghancuran kehidupan dalam masa technosentris.

Apakah kita hanya perlu menghentikan manfaat keberadaan dan perluasan industri?

Kami sekarat saat bekerja, di tempat yang sama dengan perbudakan, atau meninggal kemudian secara perlahan dalam penderitaan karena penyakit yang dihasilkan oleh kerja (tanpa melupakan tentang jiwa yang tercekik oleh pengabdian atau karena dasi yang memisahkan kepala dengan tubuh, tersedak sampai mati).

Di luar tempat kerja: keracunan menyebar luas, demokratis, para dermawan.

Ini adalah jaringan listrik utama yang memungkinkan pengoperasian kawasan industri, produksi dan pengangkutan barang-barang konsumsi dan komoditas yang tidak diperlukan, bahan baku sering berasal dari subjek terjajah menuju pemangsa perang dan mereka bertopeng sebagai agama / kedaerahan/ konflik etnis.

Sementara itu masih hidup sebuah jaringan yang sama yang mempertahankan aparatur negara dan antek-antek internasional, birokrasi dan konsekuensi mereka, sistem komunikasi, bank, pabrik-pabrik, laboratorium, sekolah dan sarana dari propaganda lainnya…

Energi listrik yang sama yang memberi “makan” represi yang berasal dari stasiun polisi dan sistem komputer science mereka, arsip pidana, database, dan lain-lain.

Hal yang sama yang menerangi ruangan pengadilan, kekuasaan detektor logam dan sebagainya.

Energi yang sama yang membantu untuk menahan narapidana yang tidak diinginkan di penjara, pusat penahanan untuk imigran atau rumah sakit jiwa …

Sementara itu, menjadi bagian dari “keuntungan” berarti anda secara otomatis dipenjarakan dalam simpul yang lain dari jaringan listrik: supermarket, toko, ruang senam, tempat “seni” dan “budaya”, restoran, bar, diskotik – kesemuanya sama dalam mempertahankan ilusi dari “kehidupan”, siang dan malam, walaupun bagi banyak orang masih ada perasaan sadar yang mendalam akan ketidaknyamanan terhadap sesuatu yang tidak benar.

Sensasi dalam menjalani kehidupan tidak mungkin dibersihkan hanya dengan satu kali mandi dengan air hangat atau dengan menceburkan diri saat senja dalam kemilau televisi.

Tidak ada Playstation (dan tidak ada candu lainnya) yang akan memecahkan rasa ketidak nyamanan kita melawan eksistensi; Seperti juga, hayalan tentang ‘liburan’ yang ditemukan lebih dari abad yang lalu tidak pernah, tidak akan mampu dan tidak akan pernah bisa menjadi lebih dari sekedar jalan keluar sederhana (yang juga dipenuhi oleh jaringan listrik) untuk menjaga sedemikian rupa para pasifis dan budak-budak produktif.

Untuk memisahkan diri dari jaringan listrik ini – terdiri dari perbudakan dan kematian – adalah dengan menyerang dasar dari sistem.

Dalam kenyataanya, energi listrik berfungsi untuk mempertahankan masyarakat teknologi.

Kita memiliki matahari, kita memiliki api …

Tentu saja, revolusi tidak akan tanpa rasa sakit, namun, melawan ketidakmungkinan “perbaikan” sistem yang didirikan diatas kekuasaan dan kematian, apakah ada alternatif lain yang lebih efektif?

Kami ingin melihat bintang-bintang bersinar, seluruhnya.

Dan jika tahun ini benar-benar harus memiliki pohon Natal, maka itu akan dihiasi seperti salah satu pohon natal di alun-alun parlemen Athena.

Sampai suatu saat …

Beberapa Musuh Dari Jaringan Listrik Semenanjung Iberia
Untuk musim panas tahun 2009

Sumber dalam bahasa Inggris.

Komunike International Conspiracy for Revenge (ICR) 0.01

4 April 2011

Serangan ini adalah balas dendam untuk semua yang dilakukan oleh NEGARA dan KAPITAL di BIMA, TAKALAR & PANDANG RAYA (Makassar), KULON PROGO (Jogja), PERSIL IV (Medan), BUYAT, PAPUA dan banyak tempat yang lain.

Kami telah muak dan bosan dengan berbagai cara standar yang membuat suara kami tidak terdengar. Sekarang, dengan menyerang balik kami memastikan bahwa suara kami terdengar, bahkan jauh lebih keras.

Dan hal ini belum berakhir.

Kami akan membakar dan menghancurkan lebih banyak properti mereka yang menghancurkan hidup dan semua keindahannya.

Kami akan bertindak lebih jauh dan dengan lebih kuat untuk membalas semua tindakan mereka yang mencuri dan memenjarakan kesenangan hidup dan hasrat-hasratnya.

Sudah cukup dimengerti bahwa adalah tidak cukup dengan tetap diam membiarkan semua dimediasi oleh spesialis-spesialis. Hal itu sama persis dengan para aktifis mahasiswa dan partai-partai politik yang terus menipu kita dengan janji kosong mereka.

Tidak ada lagi alasan untuk tetap pasif dan tidak menyerang balik. Ini adalah PERANG.

Perang yang kami tujukan kepada semua kekuatan represif: semua birokrat, polisi dan institusi militer, pengadilan, jaksa dan pengacara dan media massa.

Perang kepada semua yang tidak mau mengangkat senjata dan merebut kembali hidup mereka. Karena besok akan terlalu terlambat. Sekarang atau tidak sama sekali.

INTERNATIONAL CONSPIRACY FOR REVENGE

PS: Komunike ini adalah pertanggungjawaban atas aksi serangan pembakaran terhadap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di Tanjung Batu, Manado.

Negara, Institusi Militer dan Polisi serta Pemodal Adalah Teroris Sebenarnya

25 Maret 2011

PT Indomining (Bima) telah melakukan represi brutal terhadap masyarakat lokal, Jogja Mangasa Internasional ingin mengenyahkan 30 ribu petani Kulon Progo. Petani Takalar terancam dirampas lahannya. Dan semua ini dilakukan secara brutal, termasuk penembakan, teror, pelecehan seksual serta berbagai penindasan yang tak pernah kita dengar dari media massa.

Tak heran bahwa perusahaan-pemodal-birokrat ini tak peduli apapun selain hanya menebalkan kantong mereka !

Penyerangan kami terhadap ATM (bank) merupakan target penting dikarenakan bank senantiasa terlibat dalam pendanaan ekstraksi sumber daya alam serta penindasan masyarakatnya atas nama kapital!. Kami tidak berniat untuk melukai siapapun, perusakkan terhadap benda bukanlah kekerasan! Tiada ampun bagi penindas! Tiada ampun bagi negara dan Kapitalisme!

GOT IS TOT INSURRECTIONARY FRONT

PS: Komunike ini terkait serangan pembakaran terhadap Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BCA di depan Universitas Indonesia Timur (UIT), Rapocini Makassar.